Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2009

MENGUCAP SYUKUR


MENGUCAP SYUKUR
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah(1 Tes 5:17)

Ketika acara pergantian tahun berlangsung, begitu banyak orang yang sibuk untuk merayakannya, entah dengan pergi ke suatu acara di hotel berbintang, jalan-jalan ke luar negeri mencari suasana yang lain atau sekedar pada tengah malam ke pusat kota dan berkumpul ramai-ramai dengan penduduk yang lain. Bagi keluarga kami acara tutup tahun kemarin, hanya kami sambut dengan acara sederhana. Acara bakar jagung dan lalu berdoa bersama untuk memasuki tahun yang baru di dalam Tuhan. Mengucap syukur atas penyertaan Tuhan pada tahun sebelumnya dalam kehidupan rumahtangga maupun pelayanan.
Dalam kehidupan yang kita jalani semua orang ingin memperoleh hidup yang nyaman dan selalu berkecukupan. Sayangnya selama kita hidup di muka bumi, entah kita kaya atau miskin, kita pasti menghadapi masalah dalam hidup ini. Suka atau tidak.
Saat kita berkelimpahan harta sangat mudah bagi kita untuk mengucap syukur dan mengatakan bahwa Tuhan Yesus itu baik. Namun ada pula saat dalam hidup ini yang harus kita lalui terkadang terasa berat sekali. Mungkin saat kita menghadapi dukacita, kekurangan, penganiayaan, ditinggal selingkuh oleh pasangan, anak murtad dan hal lainnya.
Hari ini Tuhan mau mengajarkan pada kita untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal. Bila anda lihat langit, pada saat cuaca cerah di siang hari sangat mudah bagi kita untuk melihat bahwa matahari bersinar di atas sana. Namun saat awan hujan yang hitam dan tebal menutupi langit, kita tidak dapat melihat matahari. Lalu apakah itu berarti matahari tidak ada di sana lagi? Tidak, matahari itu tetap ada di langit, entah cuaca sedang baik atau mendung. Begitu pula Tuhan, entah saat hidup berjalan mulus atau tengah dalam permasalahan yang sepertinya tidak berkeputusan, ingatlah selalu Dia ada di sisimu.
Ucapkanlah syukur senantiasa sebab Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia, sekali-kali Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Itulah janjiNya bagi setiap kita anakNya.

Doa,”Tolong dan ajar kami untuk berhenti mengeluh dan mulai mengucap syukur di dalam segala hal.” Amin

FT: 1 Tes 5:15-18

Minggu, 30 Agustus 2009

LOTION DARI TUHAN


“LOTION DARI TUHAN”

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpncar kehidupan (Ams 4:23)


Panas terik menyengat siang itu, Ribka tengah menjemur pakaian di halaman belakang. Setelah beberapa saat mencari sandalnya, ia tidak juga dapat menemukannya. Akhirnya ia memutuskan untuk tetap menjemur pakaian walaupun tanpa alas kaki. Saat ia menginjak lantai semen itu, ia mulai berteriak-teriak sebab ternyata lantai tersebut menyerap panas sinar matahari. Pertama-tama, ia nampak tersiksa namun dengan kebulatan tekad akhirnya ia dapat menyelesaikan tugasnya. Setelah menjemur semua pakaian, ia merasa seluruh bagian telapak kakinya sakit dan nampak kemerah-merahan. Itu merupakan pengalaman pertamanya berjalan tanpa alas kaki di siang bolong. Lama kelamaan Ribka mulai terbiasa untuk berjalan tanpa alas kaki di siang hari, kulit telapak kakinya menjadi keras dan pecah-pecah di beberapa bagian. Sampai suatu hari Mama menegurnya,” Ribka, kamu anak gadis masa sih, kakimu rusak-rusak?” Lalu Mama memberikan ia lotion,” Pakai lotion ini ya, Ribka. Agar kakimu tidak menjadi keras dan pecah-pecah.” Setelah beberapa saat, Ribka dengan rajin menggunakan lotion tersebut untuk kakinya, dan dapat ditebak kakinya kembali lembut dan tidak pecah-pecah lagi. Kini ia sadar pentingnya menggunakan alas kaki agar kakinya dapat tetap terpelihara dengan baik.
Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari peristiwa di atas? Dalam kehidupan kita sebagai anak Tuhan seringkali tanpa sadar kasih kita padaNya menjadi dingin. Mengapa hal itu dapat terjadi? Sebab kita tidak menjaga hati kita. Permasalahan dapat datang silih berganti dalam hidup kita. Seringkali kita melihat suatu masalah sebagai kutuk dan bukan berkat dari Tuhan. Hingga tiap kali masalah datang, hati kita penuh dengan keluhan, ketidakpercayaan dan bahkan kemarahan. Akhirnya hati kita menjadi keras, pahit dan timbul dosa dalam diri kita.
Di hari yang baru ini kita mau melihat masalah ini dari sudut yang lain. Lihatlah masalah dalam hidup sebagai bara api dari Tuhan untuk memurnikan diri kita menjadi segambar dengan Kristus. Izinkan Roh Kudus pada saat ini melembutkan hatimu yang keras, darah Kristus menyucikanmu lagi dari segala dosa dan jagailah dirimu dengan menjadi pelaku Firman Tuhan. Sebab Firman Tuhan merupakan lentera bagi jiwamu saat jalan dihadapanmu gelap.

Doa: TUhan, lembutkanlah hatiku yang keras oleh pergumulan dalam dunia ini. Jadikan hatiku lembut kembali dan berikan padaku roh yang penurut padaMU. Amien

FT: Amsal 4:20-27

Kamis, 13 Agustus 2009

JANGAN SUKA MEREMEHKAN ORANG



JANGAN SUKA MEREMEHKAN ORANG

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, kamu berbuat baik (Yakobus 2:8b)

Minggu sore itu kurang bersahabat, hujan lebat mengguyur kota. Orang-orang yang pergi ke gereja berlarian secepatnya akibat hujan yang datang tiba-tiba. Saat bersamaan ada sebuah mobil mewah yang meluncur di halaman gereja nampak Bapak Pendeta yang ada di muka pintu tengah menyalami jemaat, bergegas mengambil payung dan berlari ke tempat parkir menyambut kedatangan jemaatnya yang kaya itu. Dengan lagak “boss”, orang itu dipayungi oleh Bapak Pendeta sampai ke gedung ibadah. Beberapa jemaat yang menyaksikan hal itu hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala. Salah satu berkomentar,”Wah, kalau yang pakai mobil mewah, service-nya lebih daripada yang pakai angkot.” Jemaat lain menimpali,”Iyalah, kalau Pendeta kita tidak baik-baik sama dia, bisa-bisa dia kabur ke gereja lain dan gereja kita tidak ada donator tetap lagi.” Yang lain lagi bersuara,”Jadi sebenarnya siapa sih pemimpin di gereja ini, dia atau Pak Pendeta?”
Ironis tetapi itulah yang terjadi di tengah masyarakat kita. Kadang orang bisa berubah sifat dan sikapnya saat ia memiliki sebuah jabatan penting atau memiliki harta melimpah. Bahkan tanpa sadar harta dan jabatan dapat merubah diri kita. Bukankah Tuhan Yesus sudah memperingatkan, bahwa kita tidak dapat melayani dua tuan, Tuhan dan Mamon. Bila saat ini kita memiliki kedudukan yang baik dalam masyarakat dan harta yang melimpah, tentu bukan untuk dinikmati sendiri apalagi dihambur-hamburkan untuk menikmati dosa yang ditawarkan dunia. Tuhan menghendaki kita untuk mempermuliakan Dia melalui kedudukan dan harta yang Ia percayakan pada kita. Tanpa kasih karunia dan anugerahNya kita tidak akan dapat berhasil dalam apapun yang kita kerjakan. Oleh sebab itu janganlah kita menjadi sombong dan meremehkan orang lain.
Untuk dapat menjadi seorang yang berhasil dan sukses, ia harus memulainya dari satu titik awal. Kini mungkin anda sudah berhasil, bila anda melihat orang lain yang tengah berusaha untuk maju, jangan remehkan namun beri motivasi agar ia berhasil juga. Saat kini anda memiliki harta melimpah bantulah saudaramu, jangan justru coba mengendalikan hidup mereka dengan apa yang kau miliki.
Jangan kita meremehkan seorangpun sebab Tuhan menciptakan setiap orang secara unik dan Ia memerintahkan kita agar saling mengasihi.

Doa: Tuhan, bila kami telah menjadi sombong dan kurang kasih pada sesama kami ampunilah segala kesalahan kami itu. Amien.

FT: Yakobus 2:5-13